Inilah Manfaat dari Buah Mentega untuk Kesehatan

Inilah Manfaat dari Buah Mentega untuk Kesehatan – Seperti yang sudah sangat banyak kita ketahui bahwa saat ini buah memiliki banyak sekali manfaat yang terkandung di dalamnya dan juga bisa menjadi nutrisi yang sangat baik untuk kesehatan tubuh kita.

Daging buahnya lembut, berwarna krem, dengan rasa dan aroma yang mirip buah persik. Pohonnya tumbuh di ketinggian 0-750 meter di atas permukaan laut dan bisa ditemui di beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Inilah Manfaat dari Buah Mentega untuk Kesehatan
Penasaran, apa manfaat buah mentega atau bisbul untuk kesehatan? Temukan jawabannya di sini!

1. Mengandung senyawa antioksidan
Studi berjudul “Aktivitas Antioksidan Gel fruit Ekstrak Buah Bisbul (Diospyros discolor Willd.) dengan Metode DPPH” pada tahun 2018 mencari tahu apakah buah bisbul mengandung senyawa antioksidan. Dengan penapisan fitokimia, diketahui bahwa ekstrak buah bisbul mengandung flavonoid, saponin, dan tanin.

Selain itu, ekstrak buah bisbul memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 46,00 ppm. Di sisi lain, gel ekstrak buah bisbul memiliki aktivitas antioksidan yang sangat lemah dengan nilai IC50 33286,00 ppm.

Mengutip Journal Online UPN Veteran Yogyakarta, suatu senyawa dikatakan sebagai antioksidan yang sangat kuat jika nilai IC50 kurang dari 50, kuat (50-100), sedang (100-150), dan lemah (151-200). Intinya, makin kecil nilai IC50, makin tinggi aktivitas antioksidannya.

2. Menunjukkan aktivitas penghambatan AChE
Berdasarkan riset yang dipublikasikan dalam jurnal Molecular Psychiatry, acetylcholinesterase (AChE) merupakan enzim yang mungkin berperan dalam penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer. Penyakit ini menduduki peringkat keenam penyebab kematian utama di Amerika Serikat (AS).

Penelitian yang diterbitkan dalam Pharmacognosy Journal tahun 2020 mencari tahu apakah benar senyawa triterpen dalam Diospyros discolor bisa menghambat enzim AChE dan butyrylcholinesterase.

Akan tetapi, yang diuji coba di sini bukan buahnya, melainkan daun dan kulit batang yang dikeringkan di udara, lalu dijadikan bubuk dan diekstraksi. Hasilnya, ekstrak tersebut menunjukkan penghambatan yang tinggi terhadap enzim AChE.

3. Berpotensi sebagai agen antiinflamasi
Daun bisbul diduga memiliki aktivitas antiinflamasi berdasarkan kandungan fitokimianya. Kandungan fitokimianya antara lain flavonoid, saponin, alkaloid, tanin, dan steroid.

Studi yang dipublikasikan dalam Riset Informasi Kesehatan pada tahun 2019 mencari tahu apakah benar daun bisbul berpotensi sebagai antiinflamasi. Uji aktivitas antiinflamasi melibatkan mencit putih jantan (Mus musculus) yang dibagi dalam lima kelompok.

Kelompok kontrol negatif diberi 0,5 persen suspensi Na-CMC dan kelompok kontrol positif diberi natrium diklofenak 0,13 mg. Lalu, kelompok selanjutnya diberi ekstrak etanol daun bisbul sebanyak 0,5 gram/kg BB, 1 gram/kg BB, dan 1,5 gram/kg BB.

Hasilnya, ekstrak etanol daun bisbul dengan dosis 0,5 gram/kg BB berpotensi sebagai agen antiinflamasi pada mencit jantan dengan persentase inhibisi udema tertinggi, yaitu 77,78 persen.

Rekomendasi Novel Anti Kesepian

Rekomendasi Novel Anti Kesepian – Saat ini sudah semakin banyak orang yang senang untuk dapat membaca buku tentang hal yang mereka sukai untuk mengatasi rasa kesepian yang biasanya mereka rasakan setiap saat.

Banyak cara untuk mengatasi kesepian, salah satunya adalah dengan melakukan beberapa kegiatan positif seperti rutin berolahraga, terhubung dengan orang-orang tersayang, dan melakukan hobi yang disukai. Bagi kamu yang suka membaca, berikut 7 novel yang mengangkat isu kesepian dalam alur ceritanya.

Rekomendasi Novel Anti Kesepian

1. Jane Eyre karya Charlotte Brontë
Jane Eyre adalah sebuah novel stories  Inggris klasik karya Charlotte Brontë yang pertama terbit pada tahun 1847. Novel ini menceritakan kehidupan gadis yatim piatu bernama Jane yang berprofesi sebagai governess atau guru privat sekaligus pengasuh di sebuah rumah kalangan atas pada masa Victoria Inggris.

Ia menjalani kehidupan yang sulit serta diselubungi rasa kesepian, baik di asrama sekolahnya maupun di rumah tempat ia bekerja. Banyak kritik yang berpendapat bahwa Jane Eyre adalah sebuah novel semi-autobiografi akibat beberapa kesamaan unsur cerita dengan kehidupan asli dari penulis yang juga berprofesi sebagai governess.

Hingga kini, Jane Eyre adalah sebuah novel bacaan wajib bagi mahasiswa Sastra Inggris di seluruh dunia. Ini karena plot dan penulisannya yang hampir sempurna, serta diakui oleh para cendekiawan.

2. The Little Prince karya Antoine de Saint-Exupéry
Sekilas, The Little Prince terlihat seperti buku anak-anak dengan ilustrasi lucu yang juga dilukis oleh penulisnya. Namun, jika kamu membacanya, isinya didominasi oleh sindiran seorang bocah terhadap cara hidup orang dewasa yang terlalu rumit dan tidak ada artinya.

Novel yang ditulis oleh seorang pilot Prancis ini menceritakan petualangan si pangeran cilik untuk mencari solusi dari masalah mendesak yang dimiliki planet kecil yang ia tempati seorang diri. Dalam perjalanan, sang pangeran bertemu banyak orang yang mengajarkannya banyak hal, mulai dari dunia orang dewasa, persahabatan, dan cinta.

3. Eleanor Oliphant is Completely Fine karya Gail Honeyman
Pemenang dari Costa First Novel Award tahun 2017 ini menceritakan Eleanor Oliphant, perempuan 29 tahun yang memiliki trauma di masa lalu. Hal itu pun akhirnya membuat ia kesulitan berinteraksi dengan orang lain.

Untuk bertahan, ia menjalani kehidupan yang repetitif dengan memakai baju dan makan siang yang sama, serta membeli 2 botol vodka untuk dihabiskan di akhir pekan.

Meski merasa kesepian dan dihantui oleh masa lalunya, ia selalu membalas “Absolutely, fine.” saat ditanyai bagaimana kabarnya. Hidupnya mulai berubah, ketika ia membangun hubungan pertemanan dengan Raymon. Ia pun akhirnya mengetahui bagaimana rasanya memiliki teman dan dimiliki.